Manfaat Vinegar (Cuka Apel) untuk Kesehatan

Manfaat Vinegar (Cuka Apel) untuk Kesehatan

Manfaat Vinegar (Cuka Apel) untuk Kesehatan

2024-05-28 00:45:04

“Ada banyak manfaat cuka apel untuk kesehatan tubuh yang masih jarang diketahui. Mulai dari menjaga kesehatan kulit hingga membantu menurunkan tekanan darah."


Cuka apel adalah hasil pengolahan fermentasi sari apel. Cairan ini sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Mulai dari membantu proses memasak, perawatan kesehatan tubuh, hingga membersihkan perlengkapan rumah tangga yang memiliki noda membandel.

Meskipun begitu, banyak masyarakat yang mengonsumsi cuka apel untuk mengoptimalkan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Jangan lupa untuk mengonsumsi cuka apel secara tepat. Tujuannya, agar terhindar dari berbagai efek samping yang mungkin terjadi akibat penggunaan cuka apel berlebih.

Mungkin banyak yang mengira bahwa cuka hanyalah asam untuk menyedapkan makanan. Padahal cuka dapat digunakan untuk kesehatan. Sebelum Masehi orang Babilonia sudah meggunakan cuka untuk pengobatan.

Bapak ilmu kesehatan, Hipocrates juga menggunakan cuka untuk mengobati pasiennya. Columbus, penemu benua Amerika, dalam pelayaran selalu membawa cuka apel untuk mencegah penyakit skorbutus (pembengkakan dan pendarahan pada gusi karena kekurangan vitamin C). Dalam pelayaran berbulan-bulan itu tidak ada buah-buhan dan sayuran untuk dikonsumsi.

Begitupun dengan tentara Romawi yang terkenal perkasa, minum cuka dicampur air sebagai tonikum. Cuka juga dibuat dari berbagai macam. Orang Jepang dan Cina misalnya. Mereka membuat cuka dari beras. Sementara Prancis dari anggur, Meksiko dari pohon kaktus, Filipina dari pohon kelapa dan Indonesia dari pohon nira (cuka aren). Namun, tahukah Anda, cuka yang paling bagus untuk kesehatan adalah cuka apel.

Pada dasarnya, cuka apel (vinegar) mengandung nutrisi yang sama seperti bahan dasarnya. Dengan proses fermentasi, kandungan nutrisinya bertambah kaya, terutama enzim dan asam amino. Proses fermentasi pulalah yang memberikan khasiat penyembuhan yang mengagumkan dari cuka apel.

Cuka apel selain digunakan untuk memasak, mengawetkan makanan, merawat kecantikan juga sangat bermanfaat untuk kesehatan seperti rematik, asam urat, kolestrol, hipertensi, diabetes, maag, melancarkan buang air besar dan gangguan penyakit degeneratif lainnya.

Cuka apel adalah minuman kesehatan yang bekerja bukan untuk mengatasi satu penyakit tertentu saja, tapi lebih untuk mengeleminir atau menekan penyebab timbulnya penyakit. Dengan mengonsumsi cuka apel secara rutin, maka dapat membantu meningkatkan vitalitas dan daya tahan tubuh serta meningkatkan kualitas metabolisme tubuh.

Cuka apel (vinegar) mengandung berbagai mineral untuk kesehatan, antara lain:

  1. Kalium yang berfungsi melenyapkan nyeri-nyeri sendi atau rematik, mencegah serangan jantung atau stroke. Kalium juga mampu membersihkan darah dari kolestrol dan toksin.
  2. Magnesium mencegah dan menyembuhkan kerapuhan tulang atau osteoporosis.
  3. Asam maltat membersihkan sel yang rusak, sehingga membuat jaringan tubuh manusia menjadi segar dan awet muda.
  4. Asam amino memperkuat dinding usus, hingga melenyapkan sakit maag.
  5. Asam hidrochlorine membantu pencernaan.
  6. Pektin, merupakan serat kasar yang berbentuk gel, dapat memperbaiki otot pencernaan dan mendorong sisa makanan pada saluran pencernaan, menyerap kelebihan air dalam usus dan membuang racun dalam isi perut. Bila berintegrasi dengan vitamin C, dapat menurunkan kolestrol dalam darah.

Bagi Anda yang memasuki usia 40 tahun ke atas, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi cuka apel secara rutin, pagi dan malam sebelum tidur 1-2 sendok makan dicampur satu gelas air. Cuka apel ditambah madu juga bermanfaat untuk mengatasi cacingan, pilek, ingusan.

Bagi yang ingin mengetahui lebih banyak tentang cuka apel terutama kegunaannya, bisa membaca buku karangan Cyrill Scort seorang Yunani yang berjudul Apple Cider Vinegar.

Dalam buku tersebut dibahas manfaat cuka apel, antara lain, obesitas (kegemukan) sakit/ radang tenggorokan, radang sendi, wasir/ambeien, penyakit asma, menstruasi, sariawan, meningkatkan daya ingat, antiseptik/sembuhkan luka, susah tidur/insomia dan lainnya.


Sumber: Wisnu Cahyadi, Fermentasi Pangan, Bandung: Penerbit Manggu.


Share