Pola Komunikasi pada Penyusunan APBD

Pola Komunikasi pada Penyusunan APBD

Pola Komunikasi pada Penyusunan APBD

2024-05-28 06:41:46

Pola komunikasi politik eksekutif dan legislatif dalam membangun komunikasi internal maupun eksternal dalam menyepakati pokok-pokok anggaran pada APBD kabupaten/kota.

Legislatif dalam membangun komunikasi politik untuk menyepakati program SKPD yang melekat, dengan tujuan dalam memperjuangan kesepakatan DPRD dan Masyarakat daerah pemilihan pada masa reses.

Hasil-hasil reses menjadi argumentasi dasar yang dibangun untuk menjadi landasaran dimasukan pada program SKPD masing-masing.

Pola komunikasi, menurut Djamarah (2004:1), adalah sebagai bentuk atau pola hubungan dua orang atau lebih dalam proses pengiriman dan penerimaan cara yang tepat sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.

Dimensi pola komunikasi terdiri dari dua macam, yaitu pola yang berorientasi pada konsep dan pola yang berorientasi pada sosial yang mempunyai arah hubungan yang berlainan (Ratnawati dan Sunarto, 2006:1) Tubbs dan Moss (2001:26) mengatakan bahwa pola komunikasi atau hubungan itu dapat dicirikan oleh komplementaris atau simetris.

Dalam hubungan komplementer satu bentuk perilaku dominan dari satu partisipan mendatangkan perilaku tunduk dan lainnya.

Dalam simetri, tingkatan sejauh mana orang berinteraksi atas dasar kesamaan. Dominasi bertemu dengan dominasi atau kepatuhan dengan kepatuhan.

Di sini kita mulai melihat bagaimana proses interaksi menciptakan struktur sistem. Bagaimana orang merespon satu sama lain menetukan jenis hubungan yang mereka miliki.

Dari pengertian di atas, suatu pola komunikasi adalah bentuk atau pola hubungan antara dua orang atau lebih dalam proses pengiriman dan penerimaan pesan yang dikaitkan dua komponen, yaitu gambaran atau rencana yang meliputi langkah-langkah pada suatu aktifitas dengan komponen-komponen yang merupakan bagian penting atas terjadinya hubungan komunikasi antar manusia atau kelompok dan organisasi.

Komunikasi adalah proses sosial di mana individu-individu menggunakan simbolsimbol untuk menciptakan dan menginterpretasikan makna dalam lingkungan mereka (West & Turner, 2008:125-126).

Melalui komunikasi individu-individu bertukar pesan bermakna untuk dapat saling berkomunikasi atau menyampaikan informasi.

Komunikasi organisasi internal dapat dipahami sebagai segala kegiatan komunikasi yang terjadi di dalam organisasi, melibatkan personel dalam organisasi yang tersusun dalam struktur organisasi.

Dalam komunikasi internal terdapat arus komunikasi dan dapat dilihat secara vertikal, komunikasi horisontal/lateral dan komunikasi diagonal/menyamping.


Sumber: Marno Wance & Wahab Tuanaya, Politik Anggaran: Dinamika Legislasi, Komunikasi Politik, Perencanaan Anggaran, dan Proyeksi Pembuatan APBD, Penerbit Manggu: Bandung.



Share